Uncategorized

Him

I love him to the moon, to the sun, to all stars and back

Advertisements
Standard
Uncategorized

Begitulah Kata Orang

Perempuan harus pintar bersih-bersih rumah
Begitulah kata orang
Kata aku, bersih adalah tanggung jawab masing-masing orang, lelaki dan perempuan

Perempuan  bersuami harus nurut apa kata suami
Begitulah kata orang
Kata aku, kemerdekaan berpikir adalah hak manusia, lelaki dan perempuan, keputusan dalam rumah tangga diambil atas kesepakatan bersama

Perempuan harus rapi, pandai mencuci dan menyetrika pakaian
Begitulah kata orang
Kata aku, ya terserah kalau mau rapi mau nggak juga tidak mengapa, lelaki dan perempuan

Perempuan harus pandai mengurus anak karena mengasuh anak tugas ibunya
Begitulah kata orang
Kata aku, perempuan memang diciptakan secara fisik untuk hamil dan melahirkan
Tapi tidak menjadikan perempuan bertanggung jawab sepenuhnya atas anak,
Pengasuhan dan pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tuanya, lelaki dan perempuan

Perempuan harus bicara dan tertawa dengan suara yang lembut
Begitulah kata orang
Kata aku, ya terserah lah, lelaki dan perempuan

Perempuan harus bisa masak
Begitulah kata orang
Kata aku, haduh, ini apa lagi

Perempuan harus begini dan begitu
Begitulah kata orang
Kata aku, ngapain sih dengerin kata orang, lelaki dan perempuan adalah manusia yang bebas menentukan jalan hidupnya

Sudah
Tidak usah dengerin kata orang
Lelaki dan perempuan adalah manusia
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan, binatang yang berpikir, memiliki hati dan akal.
Itu saja

Lelaki harus kuat, tidak boleh menangis
Begitulah kata orang
Kata aku, manusia menangis, lelaki dan perempuan

Sial, daftar lelaki harus begini dan perempuan harus begitu banyak sekali, malas menuliskannya
Kalian manusia merdeka, hey lelaki, hey perempuan
Pilihlah jalan hidupmu, bertanggung jawablah pada pilihanmu

Jangan hidup berdasarkan kata orang

Standard
Uncategorized

Layar Terkembang

St. Takdir Alisyahbana

Penerbit: Balai Pustaka
Cetakan pertama 1937

Buku yang saya baca adalah cetakan ke-19 thn. 1989

Pertama kali saya membaca buku ini adalah ketika saya sekolah di smp. Saya meminjam buku ini di perpustakaan.

Saya membacanya kembali setelah menemukannya di antara koleksi buku-buku mendiang ayah.

Buku ini sarat dengan isu persamaan gender. Ada tiga karakter utama dalam cerita; Tuti, Maria dan Yusuf. Tuti dan Maria adalah kakak beradik yang memiliki karakter berlawanan. Tuti adalah seorang wanita yang keras, anggota pergerakan, aktif dalam berbagai organisasi yang bertujuan mengangkat harkat derajat wanita. Maria adalah seorang gadis ceria, tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berat. Maria dan Yusuf menjalin cinta. Hubungan percintaan mereka terputus karena Maria sakit dan akhirnya meninggal. Yusuf akhirnya menikah dengan Tuti.

Isi pidato Tuti pada kongres Pemuda (hal. 37)

Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itulah dijadikan sifat perempuan yang termulia. Perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, perempuan mesti pendiam, berjala nperempuan tiada boleh lekas-lekas, berbicara dan tertawa tiada boleh keras-keras. Dalam segala hal ia harus halus.

hal. 38

Demikianlah perempuan yang dicita-citakan oleh Putri Sedar bukanlah perempuan yang berdiri dalam masyarakat sebagai hamba sahaya, tetapi sebagai manusia yang sejajar dengan laki-laki, yang tidak usah takut dan minta dikasihani. Yang tiada sika melakukan yang berlawanan dengan kata hatinya, malahan yang tiada hendak kawin, apabila perkawinan itu baginya berarti melepaskan hak-haknya sebagai manusia yang hidup sendiri dan berupa mencari perlindungan dan meminta kasihan. Ya, pendeknya seratus persen manusia bebas dalam segala hal.

Tuti hampir saja menerima lamaran dari teman kerjanya, Supomo, karena kegelisahannya yang belum menikah dan memiliki anak di umur 27.

hal. 105

Kalau tidak saya terima sekali ini, pabilakah datang kesempatan yang lain?

Tiada tahu ia berapa lamanya ia terlentang di tempat tidurnya, terombang-ambing di tengah perjuangan perasaan dan pikirannya. Sebentar serasa tidak mungkin tidak ia harus menerima permintaan Supomo itu, sebab kesempatan yang serupa itu tiada akan datang lagi. Tetapi sebentar ditangkapnya dirinya kalah oleh perasaan kelemahan. Ia tiada dapat cinta akan Supomo dengan sepenuh-penuh hatinya, sebab Supomo tergambar kepadanya hanya sebagai orang yang baik hati, yang tiada mempunyai sesuatu kecakapan yang akan dipujanya. Kalau ia menjadi istrinya, maka perbuatannya itu bukanlah oleh karena cintanya kepada Supomo, tetapi untuk melarikan dirinya dari perasaan kehampaan dan kesepian.

Dan dapatkan demikian ia merendahkan derajat perkawinan, ia yang senantiasa berteriak perkawinan atas cinta, atas harga-menghargai kedua belah pihaknya?

Tuti membalas surat dari Supomo

….

Tetapi sekarang, sekarang setelah saya bengis dan kejam menyelidiki segala lekuk dan relung hati saya, sekarang insyaf saya seinsyaf-insyafnya, bahwa apabila saya menerima permintaan itu, perbuatan saya itu semata-mata perbuatan putus asa; melarikan diri dari kengerian perasaan kesepian seorang perempuan yang merasa umurnya amat cepat bertambah tinggi.

 

 

Standard
Uncategorized

Idioms and phrases related to eating

About Words - Cambridge Dictionaries Online blog

by Kate Woodford

Moretti/Viant/Caiaimage/Getty Moretti/Viant/Caiaimage/Getty

It is sometimes said that the next best thing to eating food is talking about food. If this is true, we need the vocabulary with which to do it! In this post, we focus on idioms, phrasal verbs and other phrases that we use to talk about eating.

As you might imagine, many of the more colourful phrases in English relate to eating a lot. Someone who has eaten too much may say informally that they have made a pig of themselves: I made a real pig of myself at lunch.

View original post 411 more words

Standard
Uncategorized

It’s Terrible! (Words that mean ‘bad’)

Horrendous

About Words - Cambridge Dictionaries Online blog

by Kate Woodford

Credit: Getty Credit: Getty

Some of you may have read a recent post here on words and phrases used for saying that things are good or great. This week our mood is a little less positive and we’re exploring the language that we use for saying that things are bad.

We’ll start with some very frequent words that can be used to describe most things that are very bad, (‘bad’ in this case meaning generally ‘unpleasant or causing difficulties’). The adjectives awful, dreadful, terrible and appalling are all commonly used for saying that something is very unpleasant. The weather was absolutely awful./I’ve had a dreadful cold./We had a terrible time./The way they treated her was just appalling.

View original post 299 more words

Standard
Uncategorized

Welcome, baby!

Maybe it’s too early to welcome you, you are still in me, 31 weeks. We still have some weeks to go. Anyway, I want you to know, whether you are a girl or a boy, we love you already.

Mommy and daddy will try our best to raise you. Our parenting goal is to make you happy and healthy.

We love you.

Welcome, baby!

Standard