artikel-campur

Bahasa Sebagai Bagian Dari Kebudayaan

Merujuk pada kamus besar bahasa Indonesia, bahasa diartikan sebagai suatu sistem lambang bunyi yang dipakai oleh masyarakat untuk berinteraksi; percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun. Sedangkan kebudayaan yaitu hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat atau keseluruhan pengetahuan manusia sebagai mahkluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya. Kebudayaan memiliki tujuh unsur yaitu, kesenian, bahasa, religi, sistem organisasi, sistem mata pencaharian, sistem pengetahuan dan tekhnologi.   

Lalu, apa itu masyarakat?

Masyarakat adalah sejumlah orang dalam kelompok tertentu yang membentuk perikehidupan berbudaya.

Dari pengertian diatas, dapat diketahui bahwa bahasa dan budaya merupakan dua hal yang saling berkaitan karena keduanya dimiliki oleh masyarakat. Bahasa memiliki berbagai macam ragam, diantaranya terdapat bahasa daerah, bahasa isyarat, bahasa lisan, bahasa tulisan, bahasa pasar, bahasa tubuh dan bahasa lainnya. Semua ragam bahasa tersebut digunakan manusia untuk berinteraksi dan memilki fungsinya masing-masing. Bahasa juga menunjukkan karakter yang dimiliki oleh penutur bahasa.

Masalah yang muncul ialah bagaimanakah hubungan antara keduanya? Apakah bahasa mempengaruhi kebudayaan ataukah sebaliknya?

Jika ditelusuri lebih dalam, berbahasa adalah kegiatan pertama manusia yang muncul secara alamiah ketika manusia pertama kali dilahirkan. Bayi yang baru lahir akan spontan menangis sebagai reaksi alami manusia untuk bernteraksi. Menangis merupakan bahasa lisan pertama yang dilakukan oleh manusia untuk bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Manusia mengenal macam-macam bahasa mengikuti tuntutan alamiah untuk berinteraksi dengan manusia lainnya.

Karena manusia merupakan makhluk yang berakal budi, maka terciptalah suatu kebudayaan dimana bahasa menjadi bagian yang tak terpisahkan. Ketika manusia sudah bisa berinteraksi, terciptalah suatu masyarakat yang tidak hanya berbahasa tapi juga berbudaya. Manusia di seluruh dunia terbagi dalam berbagai masyarakat yang berbeda-beda sehingga manusia memiliki bahasa yang berbeda- beda pula.

Sebagai contoh, Indonesia memiliki berbagai macam bahasa karena keragaman budaya yang dimiliki. Setiap daerah memiliki bahasa dan kebudayaan daerahnya masing-masing. Daerah Jawa Barat memiliki bahasa Sunda sebagai bahasa daerahnya dan seluruh kebudayaannya pun berbahasa Sunda begitupun dengan daerah lainnya. Satu hal yang pasti ialah setiap kebudayaan  yang dimiliki masyarakat setiap daerah selalu berkaitan dengan bahasa yang dimilikinya.

Dengan demikian, dapt ditarik garis besar bahwa bahasa dan budaya sebenarnya saling mempengaruhi satu sama lain, keduanya tidak bisa dipisahkan karena kebudayaan terlahir dari suatu masyarakat yang berbahasa dan bahasa muncul karena kebutuhan manusia untuk berinteraksi untuk kemudian menghasilkan bagian-bagian kebudayaan lainnya.

Contoh lain yaitu ketika akhir-akhir ini nilai kebudayaan Indonesia tergeser oleh kebudayaan negara lain, maka bahasa pun akan mengalami pergeseran nilai. Kini, tak semua orang mengetahui kebudayaan daerahnya dan bisa berbicara dengan bahasa daerahnya sendiri.  Padahal amat disayangkan jika bahasa dan budaya yang ada diseluruh Indonesia perlahan-lahan menghilang karena ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri. Bahasa dan kebudayaan adalah kekayaan Indonesia yang tak ternilai harganya

Dari seluruh uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan yang memegang peranan penting dalam pengembangan suatu kebudayaan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam perkembangan bahasa maupun budaya.

Advertisements
Standard
artikel-campur

Mencermati Munculnya Berbagai Aliran Kepercayaan di Indonesia


Ketika manusia mulai bertanya kepada diri mereka sendiri tentang siapakah kita ini? Dimanakah kita ini? Bagaimana kita sampai ke dunia ini? Muncullah berbagai jawaban yang berkembang menjadi berbagai sistem kepecayaan. Para pemikir zaman kuno mengembangkan kepercayaan-kepercayaan yang memberikan bimbingan spiritual dan etis bagi tindak–tanduk manusia, memberikan penjelasan yang dapat diterima mengenai rahasia-rahasia yang paling mendalam tentang hidup dan mati, dan meninggalkan warisan mitologi penuh warna-warni yang sangat mempengaruhi agama-agama sesudahnya.

Sama halnya dengan Indonesia yang memilki berbagai macam kebudayaan. Jawaban terhadap pertanyaan mendasar yang mengusik manusia tersebut bisa sangat beragam dan memunculkan berbagai macam kepercayaan. Selain dari kepercayaan yang muncul berdasarkan pemikiran sendiri tentunya pengaruh dari luar sangat berperan besar. Agama-agama yang secara hukum diakui negara kita saat ini merupakan pengaruh dari luar yang berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia.

Menurut hukum, segala bentuk agama atau kepercayaan dilindungi oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, ketika berbagai macam agama ataupun kepercayaan tersebut mulai saling menghakimi dalam bentuk tuduhan sesat dan menyesatkan,  terjadilah pembelaan terhadap agama atau kepercayaannya masing-masing dengan tindakan yang seringkali liar dan brutal. Cacian, pejegalan, sampai penghancuran aset material selalu menjadi jalan bagi luapan emosi bagi pihak-pihak yang bertikai. Belum lagi ditambah adanya pihak yang dengan sengaja mengail di air keruh, konflik pun semakin tidak terkendali.

Untuk mengatasi masalah ini, seharusnya pemerintah dan para pemuka agama bekerjasama untuk menjadi penengah. Diperlukan adanya aturan yang jelas dan tegas untuk mengatur kehidupan antar agama maupun kepercayaan. Memiliki sebuah agama ataupun kepercayaan adalah hak asasi manusia. Akan tetapi, jika suatu agama atau  kepercayaan mengusik agama atau kepercayaan lainnya sehingga menimbulkan konflik, maka pihak yang bertikai harus diberikan peringatan atau sanksi yang tegas dan adil menurut semua pihak. Kebenaran adalah relatif, semua orang mempunyai hak untuk meyakini bahwa agama atau kepercayaan mereka adalah  kebenaran.

Standard