Uncategorized

Lagu dan kenangan

Mendengarkan lagu tertentu selalu membangkitkan kenangan. Kenangan tentang keluarga, teman, dan kekasih. Kenangan yang indah dan tidak indah bercampur baur. Aku mengingatnya seperti semuanya terjadi kemarin. Oh aku sudah tua, sudah beranak satu, bersuami satu. Apalah yang dilakukan para tua, mengenang masa lalu. Tapi aku lebih menyukai masa sekarang, saat ini.

Advertisements
Standard
Uncategorized

Lucky to Have You

Oh yes I am so lucky to have you. Thank you for choosing me. I guess this song from Lenka really expresses how I feel about you.

“Lucky”

You are that cherry on top

The apple of my eye

You had me at hello

And I’ll never say goodbye

You’re a diamond in the rough

A needle in the hay

The moon in my life

The sun in my day

And I don’t know why I got so lucky

Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh

You are the cream of the crop

The crackle and pop

The icing on the cake

The smile on my face

You’re the fish in the sea

The knees on the bees

The flame in my fire

Stars in my sky

And I don’t know why I got so lucky

Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh I must have rolled one hell of a dice

To have you walking into my life

Lucky me Lucky me, oh I’m lucky Ooh, lucky Ooh, lucky Ooh, lucky me Ooh And I don’t know why Honey, I don’t know why Me say I don’t know why I got so lucky

Standard
Uncategorized

Korban Iklan

Saya korban iklan.

Lihat iklan mie instan, langsung pergi ke warung beli satu plus telor.

Lihat iklan es krim, langsung beli es krim.

Lihat iklan makanan baru, ok nanti beli ah sekalian belanja bulanan.

Tapi kalau lihat iklan alat-alat pembersih, seperti pembersih lantai, pembersih toilet,  atau sabun cuci, saya protes “Kenapa yang bersih-bersih itu harus ibu-ibu dan kesannya kebersihan itu tanggung jawab perempuan”. Kebersihan adalah tanggung jawab semua orang. Semua orang, tidak terkecuali.

Selain iklan tentang kebersihan, iklan tentang pengasuhan anak seperti, obat anak, susu anak, vitamin dan hal-hal yang menyangkut anak pasti semuanya tanggung jawab ibu-ibu. Kasihan ayahnya tidak dilibatkan, padahal peran ayah tidak melulu di luar rumah, sekarang banyak ayah yang melibatkan diri dalam pengasuhan anak di rumah. Para ayah sekarang banyak yang sudah mengerti bahwa pengasuhan anak dari a-z bukan hanya tanggung jawab ibunya tapi juga tanggung jawab ayahnya.

 

Standard
Uncategorized

Kewajiban Istri Kepada Suami

1. Memelihara diri ketika suami tidak ada

Memelihara diri dalam artian menjaga pandangan, hati, tubuh hanya untuk suami seorang.

“…sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri di balik suaminya (saat suami tidak ada) oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (Q.S. An-Nisa : 34)

2. Merawat diri, menjaga kehormatan dan harta

Rasulullah saw. bersabda:
“Sebaik-baik isrri ialah bila engkau pandang menyenangkan, bila engkau perintah ia taat kepadamu, dan bila engkau tidak ada di sisinya, ia bisa menjaga kehormatan dan harta.”

3. Bersyukur

Mengingat dan mensyukuri setiap kebaikan suami.

“Neraka pernah diperlihatkan kepadaku, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum perempuan, yaitu mereka yang tidak tahu berterima kasih kepada suami. Andaikata engkau (suami) berbuat baik kepada seseorang di antara mereka setahun, kemudian ia melihat sedikit cela padamu, maka ia akan mengatakan: Saya tak pernah melihat sedikit pun kebaikan darimu.” (H.R. Bukhari).

Standard
Uncategorized

Ambu

Hari Rabu siang, jam dua kurang lima menit, tanggal 21 Juni 2017, hari ke-26 puasa Ramadhan tahun itu resmilah aku menjadi seorang ibu. Alder menjadi nama yang kami pilih dan kami memilih dipanggil Ambu dan Abah.

Seorang anak tidak bisa memilih orangtuanya, semoga Alder bahagia memiliki orangtua seperti kami. Kami bahagia bisa menjadi orangtuamu.

Standard
Uncategorized

Begitulah Kata Orang

Perempuan harus pintar bersih-bersih rumah
Begitulah kata orang
Kata aku, bersih adalah tanggung jawab masing-masing orang, lelaki dan perempuan

Perempuan  bersuami harus nurut apa kata suami
Begitulah kata orang
Kata aku, kemerdekaan berpikir adalah hak manusia, lelaki dan perempuan, keputusan dalam rumah tangga diambil atas kesepakatan bersama

Perempuan harus rapi, pandai mencuci dan menyetrika pakaian
Begitulah kata orang
Kata aku, ya terserah kalau mau rapi mau nggak juga tidak mengapa, lelaki dan perempuan

Perempuan harus pandai mengurus anak karena mengasuh anak tugas ibunya
Begitulah kata orang
Kata aku, perempuan memang diciptakan secara fisik untuk hamil dan melahirkan
Tapi tidak menjadikan perempuan bertanggung jawab sepenuhnya atas anak,
Pengasuhan dan pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tuanya, lelaki dan perempuan

Perempuan harus bicara dan tertawa dengan suara yang lembut
Begitulah kata orang
Kata aku, ya terserah lah, lelaki dan perempuan

Perempuan harus bisa masak
Begitulah kata orang
Kata aku, memasak adalah salah satu skill bertahan hidup, lelaki dan perempuan.

Perempuan harus begini dan begitu
Begitulah kata orang
Kata aku, ngapain sih dengerin kata orang, lelaki dan perempuan adalah manusia yang bebas menentukan jalan hidupnya

Sudah
Tidak usah dengerin kata orang
Lelaki dan perempuan adalah manusia
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan, binatang yang berpikir, memiliki hati dan akal.
Itu saja

Lelaki harus kuat, tidak boleh menangis
Begitulah kata orang
Kata aku, manusia menangis, lelaki dan perempuan

Sial, daftar lelaki harus begini dan perempuan harus begitu banyak sekali, malas menuliskannya
Kalian manusia merdeka, hey lelaki, hey perempuan
Pilihlah jalan hidupmu, bertanggung jawablah pada pilihanmu

Jangan hidup berdasarkan kata orang

Standard
Uncategorized

Layar Terkembang

St. Takdir Alisyahbana

Penerbit: Balai Pustaka
Cetakan pertama 1937

Buku yang saya baca adalah cetakan ke-19 thn. 1989

Pertama kali saya membaca buku ini adalah ketika saya sekolah di smp. Saya meminjam buku ini di perpustakaan.

Saya membacanya kembali setelah menemukannya di antara koleksi buku-buku mendiang ayah.

Buku ini sarat dengan isu persamaan gender. Ada tiga karakter utama dalam cerita; Tuti, Maria dan Yusuf. Tuti dan Maria adalah kakak beradik yang memiliki karakter berlawanan. Tuti adalah seorang wanita yang keras, anggota pergerakan, aktif dalam berbagai organisasi yang bertujuan mengangkat harkat derajat wanita. Maria adalah seorang gadis ceria, tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berat. Maria dan Yusuf menjalin cinta. Hubungan percintaan mereka terputus karena Maria sakit dan akhirnya meninggal. Yusuf akhirnya menikah dengan Tuti.

Isi pidato Tuti pada kongres Pemuda (hal. 37)

Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itulah dijadikan sifat perempuan yang termulia. Perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, perempuan mesti pendiam, berjala nperempuan tiada boleh lekas-lekas, berbicara dan tertawa tiada boleh keras-keras. Dalam segala hal ia harus halus.

hal. 38

Demikianlah perempuan yang dicita-citakan oleh Putri Sedar bukanlah perempuan yang berdiri dalam masyarakat sebagai hamba sahaya, tetapi sebagai manusia yang sejajar dengan laki-laki, yang tidak usah takut dan minta dikasihani. Yang tiada sika melakukan yang berlawanan dengan kata hatinya, malahan yang tiada hendak kawin, apabila perkawinan itu baginya berarti melepaskan hak-haknya sebagai manusia yang hidup sendiri dan berupa mencari perlindungan dan meminta kasihan. Ya, pendeknya seratus persen manusia bebas dalam segala hal.

Tuti hampir saja menerima lamaran dari teman kerjanya, Supomo, karena kegelisahannya yang belum menikah dan memiliki anak di umur 27.

hal. 105

Kalau tidak saya terima sekali ini, pabilakah datang kesempatan yang lain?

Tiada tahu ia berapa lamanya ia terlentang di tempat tidurnya, terombang-ambing di tengah perjuangan perasaan dan pikirannya. Sebentar serasa tidak mungkin tidak ia harus menerima permintaan Supomo itu, sebab kesempatan yang serupa itu tiada akan datang lagi. Tetapi sebentar ditangkapnya dirinya kalah oleh perasaan kelemahan. Ia tiada dapat cinta akan Supomo dengan sepenuh-penuh hatinya, sebab Supomo tergambar kepadanya hanya sebagai orang yang baik hati, yang tiada mempunyai sesuatu kecakapan yang akan dipujanya. Kalau ia menjadi istrinya, maka perbuatannya itu bukanlah oleh karena cintanya kepada Supomo, tetapi untuk melarikan dirinya dari perasaan kehampaan dan kesepian.

Dan dapatkan demikian ia merendahkan derajat perkawinan, ia yang senantiasa berteriak perkawinan atas cinta, atas harga-menghargai kedua belah pihaknya?

Tuti membalas surat dari Supomo

….

Tetapi sekarang, sekarang setelah saya bengis dan kejam menyelidiki segala lekuk dan relung hati saya, sekarang insyaf saya seinsyaf-insyafnya, bahwa apabila saya menerima permintaan itu, perbuatan saya itu semata-mata perbuatan putus asa; melarikan diri dari kengerian perasaan kesepian seorang perempuan yang merasa umurnya amat cepat bertambah tinggi.

 

 

Standard