Uncategorized

Lelaki Perhitungan

Ada peraturan tidak tertulis tentang lelaki wajib membayarkan semua kebutuhan pasangannya, baik itu yang masih pdkt, pacaran, taarufan atau apapun istilahnya, apalagi kalau sudah menikah. Ada istilah juga untuk mereka yang sudah menikah dan keduanya memiliki penghasilan maka hukum yang berlaku adalah, uang suami milik istri dan uang istri milik istri.

Sebagai seorang perempuan, berpenghasilan, terbiasa mandiri alias kalau butuh apa2 beli sendiri, saya mau protes. Iya, memang selintas seperti menguntungkan perempuan tapi ada rasa tidak enak atau merasa berhutang budi atau apalah itu, it’s like giving a man a full power and he deserves to be treated as he wants just because he pays. Kalau si lelakinya ini gak perhitungan ya gak jadi masalah, tapi….jika si prianya ini perhitungan, bisa-bisa dia akan meminta kembali semua uang yang telah dikeluarkan jika keinginannya tidak terpenuhi.

Salahkah jadi lelaki perhitungan? Hmmmm, kalau wanita perhitungan? Karena kita dibiasakan dan ditunjukkan bahwa lelaki harus begini dan wanita begitu, maka lelaki yang perhitungan akan dicap pelit dan wanita yang perhitungan akan dianggap wajar saja.
Menurut saya, baik lelaki atau wanita berhak bertindak semau mereka. Ya resiko tanggung sendiri. Ngomong-ngomong, jadi perhitungan itu capek sebenarnya, karena tidak merdeka, masih dijajah sama hitung-hitungan.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s