Uncategorized

Pagi dari atas Jembatan Penyebrangan

20151127_081224

Ini hanya satu hari dari lima hari yang berulang. Pagi tidak pernah baik padaku, Pagi membenciku, aku membencinya. Tapi pada akhirnya, aku berdamai dengan Pagi. Setiap lima dari tujuh aku berjalan bersama Pagi. Jadi hari ini hanya satu dari limaku bersama Pagi.

Pagi menyambutku dengan senyuman tipis, aku ajak dia mendengarkan lagu-lagu favoritku. Setiap lagu yang memiliki cerita. Pagi selalu mendengarkan cerita dari setiap lagu. Pagi senang mendengarkan ceritaku.

Aku sedang bercerita tentang lagu dari Bread, judulnya If, ketika Pagi menarik tanganku dan menyuruhku untuk diam sejenak. Aku menurutinya.

Aku berdiri menemani Pagi di atas jembatan penyebrangan yang biasa aku lewati bersamanya. “Lihatlah” katanya, “ini indah, rasakanlah matahari, hiruplah aku, nikmatilah angin, lihatlah ke bawah, lihatlah mobil dan motor yang melaju, lihat orang-orang itu, mereka sama denganmu, berdamai denganku, lihatlah ke ujung jalan itu, ini keren”

“Ya” kataku.

“Terimakasih Pagi,”

Dan aku telat masuk kantor karena menemani Pagi. Tak apa.

 

 

 

 

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s