artikel-campur

Mencermati Munculnya Berbagai Aliran Kepercayaan di Indonesia


Ketika manusia mulai bertanya kepada diri mereka sendiri tentang siapakah kita ini? Dimanakah kita ini? Bagaimana kita sampai ke dunia ini? Muncullah berbagai jawaban yang berkembang menjadi berbagai sistem kepecayaan. Para pemikir zaman kuno mengembangkan kepercayaan-kepercayaan yang memberikan bimbingan spiritual dan etis bagi tindak–tanduk manusia, memberikan penjelasan yang dapat diterima mengenai rahasia-rahasia yang paling mendalam tentang hidup dan mati, dan meninggalkan warisan mitologi penuh warna-warni yang sangat mempengaruhi agama-agama sesudahnya.

Sama halnya dengan Indonesia yang memilki berbagai macam kebudayaan. Jawaban terhadap pertanyaan mendasar yang mengusik manusia tersebut bisa sangat beragam dan memunculkan berbagai macam kepercayaan. Selain dari kepercayaan yang muncul berdasarkan pemikiran sendiri tentunya pengaruh dari luar sangat berperan besar. Agama-agama yang secara hukum diakui negara kita saat ini merupakan pengaruh dari luar yang berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia.

Menurut hukum, segala bentuk agama atau kepercayaan dilindungi oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, ketika berbagai macam agama ataupun kepercayaan tersebut mulai saling menghakimi dalam bentuk tuduhan sesat dan menyesatkan,  terjadilah pembelaan terhadap agama atau kepercayaannya masing-masing dengan tindakan yang seringkali liar dan brutal. Cacian, pejegalan, sampai penghancuran aset material selalu menjadi jalan bagi luapan emosi bagi pihak-pihak yang bertikai. Belum lagi ditambah adanya pihak yang dengan sengaja mengail di air keruh, konflik pun semakin tidak terkendali.

Untuk mengatasi masalah ini, seharusnya pemerintah dan para pemuka agama bekerjasama untuk menjadi penengah. Diperlukan adanya aturan yang jelas dan tegas untuk mengatur kehidupan antar agama maupun kepercayaan. Memiliki sebuah agama ataupun kepercayaan adalah hak asasi manusia. Akan tetapi, jika suatu agama atau  kepercayaan mengusik agama atau kepercayaan lainnya sehingga menimbulkan konflik, maka pihak yang bertikai harus diberikan peringatan atau sanksi yang tegas dan adil menurut semua pihak. Kebenaran adalah relatif, semua orang mempunyai hak untuk meyakini bahwa agama atau kepercayaan mereka adalah  kebenaran.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s